Tampilkan postingan dengan label Dian's stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dian's stories. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2016

Kiko and His Green House

Kiko and His Green House

By : Dian Kristiani 

 

Kiko the Rabbit, wants to paint his house. 
He looks at the color chart, and thinks what is the most beautiful color to be applied.
After minutes choosing, Kiko picks green color.
"What a lovely color. I think my house will look fresh and clean," he thinks.

Kiko paints his house with smile in his face.
"What a lovely house I have!"
He keeps painting, and painting, until everything is done.

Suddenly, Bubi the Buffalo, comes.
"Seriously? GREEN? Do you know that green is a terrible color? It can hurt our eyes. I will never never never use green to color my house. Hahaha, you are dumb. Do you think your house now is beautiful? It's a pity if you think that,"

Kiko stares at Bubi. He doesn't understand why Bubi says mean words like that.
"Is your life good, Bubi? Are you happy? Are you OK? Because, a happy person will never never never say mean words,"

Bubi screams.
"OF COURSE I AM HAPPY!"
"So, why you complain about my house's color? This is my house. I will do anything that I thinks good for me," Kiko replies.

Bubi shakes his head.
"But everyday I passes here. And I can't stand seeing an ugly house like this,"

Now, Kiko is really angry.
"I don't do anything wrong with my house. I don't hurt you with my house. I never complain about you, and your house. I like green. What's wrong with that? It's up to me to paint our house with any color that I like. AS LONG AS I DON'T HURT OTHERS!"

Bubi cynically laughs.
"Ah, it's hard to talk to dumb person like you. I only tell you the truth. Green is bad, really really bad,"

Then, Bubi leaves Kiko.
Bubi never talks to Kiko anymore.
Until now, Kiko still doesn't understand why Bubi act like this.
Maybe, Bubi is not happy with his own life.
Maybe ...

Sabtu, 07 November 2015

Jimat Soto Granat



Jimat Soto Granat


Meta suka sekali makan soto. 
Dia punya warung soto favorit. Namanya Warung Soto Granat. 
Disebut soto granat, karena pembeli boleh meminta banyak cabe untuk diuleg dan dicampur kuahnya. Rasa pedas kuah soto itu mirip granat yang meledak. 

Warung Soto Granat tak pernah sepi pembeli. Sepertinya, semua orang ketagihan makan di sana. Padahal, harga semangkuk soto granat tidak murah. Tapi sepertinya orang-orang tak peduli harga. Yang penting, sotonya enak. 

Siang ini, Meta merayu Mama untuk makan soto granat. Mama menolak, karena Mama sedang puasa.
“Kalau kamu mau, bungkus saja ya? Sekalian buat Mama buka puasa nanti,” kata Mama.
Meta setuju, dan dengan suka hati berangkat ke warung. 

“Pak, bungkus dua porsi ya,” pinta Meta.
Dengan cekatan, Pak Tio pemilik warung menyiapkan pesanan Meta.  Saat Pak Tio mendulang kuah soto dari dalam dandang, mata Meta membelalak dan wajahnya memucat.
Meta melihat sesuatu dibungkus kain putih, tersangkut di kuah yang didulang Pak Tio. 

Pak Tio buru-buru menyingkirkan bungkusan itu, dan kembali mencemplungkannya ke dalam kuah.
Tiba-tiba perut Meta terasa kenyang. Dia tak lagi ingin makan soto. Dia pernah mendengar cerita Mbah Parti tukang urut langganan Mama.
“Ada orang jualan yang suka memakai penglaris. Pakai jimat. Biasanya jimatnya dibungkus kain putih,” 
 Meta lalu melihat sekeliling. Pantas saja warung ini begitu laris. 

“Ini pesananmu,” lamunan Meta buyar saat Pak Tio menyodorkan dua bungkus soto padanya.

Di rumah, Meta tak berselera makan. Tentu saja Mama heran. Dan Meta pun mengutarakan alasannya.
“Pantas saja warung itu laris. Pak Tio memakai jimat!” Meta lalu menceritakan bungkusan kain putih yang dilihatnya tadi.
“Mungkin itu isinya ekor tikus? Atau sayap jangkrik?” kata Meta lagi.
“Hus! Memangnya Pak Tio tukang sihir?" tegur Mama.
“Suudzon alias berprasangka buruk itu tidak baik. Sudahlah, ayo makan. Kamu belum makan dari tadi,” kata Mama. 

Tapi, Meta bersikeras. Dia tak mau makan soto itu. Meta bersikukuh bahwa apa yang dilakukan Pak Tio adalah syirik. Dan itu dosa besar.
“Aku nggak mau terseret dosa Pak Tio,” kata Meta, “aku akan memberitahu teman-temanku tentang hal ini. Jangan sampai mereka makan di sana lagi,”

Mata Mama melotot.
“Meta, jangan menyebar suatu berita yang kamu tidak tahu kebenarannya. Jangan pula berprasangka buruk. Memangnya kamu yakin kalau itu jimat? Mengapa kamu tak menanyakan langsung pada Pak Tio tadi?”
Meta terdiam. Wangi aroma soto menggelitik hidungnya. Mama benar, kenapa dia tak bertanya saja pada Pak Tio?
“Tabayyun ya, Ma?” Meta pun kembali melesat ke warung soto granat.

Pak Tio menyambut Meta dengan wajah heran. “Mau beli lagi? Atau, ada yang ketinggalan?”
Dengan suara pelan, Meta berbisik, “Sebenarnya saya mau tanya. Tadi, ada bungkusan kain warna putih dari dalam kuah soto. Itu apa, Pak?”
Pak Tio tak menjawab, melainkan mengaduk kuah sotonya dan mengangkat sesuatu.

“Maksudmu, ini? Hehe, ini bumbu-bumbu tambahan supaya soto lebih sedap,” Pak Tio lalu membuka bungkusan kain putih itu. Isinya lengkuas, serai, daun jeruk, dan daun salam.
Wajah Meta berubah cerah, “Saya pikir semua bumbu itu diuleg,”
“Ya, tapi Bapak menambahkan ini supaya lebih sedap. Bapak membungkusnya, supaya tidak kocar kacir di dalam kuah,” 

Pak Tio lalu memandang Meta curiga. “Hayo, tadi kamu mengira ini apa? Jimat ya?”
Meta tersipu. “Hihihi, maafkan saya Pak. Makanya, saya tabayyun dulu. Mencari penjelasan pada Pak Tio,”
Dengan hati lega, Meta pulang ke rumah. Dia mengayuh sepedanya cepat-cepat, karena perutnya berisik minta diisi. Semangkuk soto yang pedas pasti enak!

                                                                              ***



Rabu, 23 September 2015

Me? Go to Frankfurt? Ah, masa sih? Eh, bener ya?

Tahun lalu, Bu Noni Timotius dari BIP mencolek-colek saya dan memberitahukan bahwa akan ada rencana BIP untuk memberangkatkan penulis ke Frankfurt Book Fair (FBF).
Saya mah adem ayem saja, soalnya dalam benak saya, yang dikirim pasti bukan saya, hehe.

Lalu, Bu Noni menjelaskan bahwa syarat untuk bisa dikirim ke FBF adalah penjualan sekian bulan harus mencapai sekian rupiah. Waktu itu, Bu Noni belum memberi kepastian, berapa jumlah yang harus dicapai. Kayaknya masih dihitung-hitung dan mencari pencerahan deh.

Waktu bergulir.
Akhir tahun. Bu Noni kembali mencolek saya dan memberitahukan bahwa program ini confirmed. Yang bakal dihitung adalah sales Januari-Juli 2015. Minimal angka penjualan yang harus diraih adalah 1 milyar rupiah.

Hoaa. Itu angka gede banget. Dan saya bukan tipe orang yang bisa jualan. Saya mah jualan buku hanya jika ada yang pesan. Jadi sekalian saya pesankan. Jumlahnya pun tak banyak. Paling-paling 20-100 eksemplar tiap kali jualan. Hiks. Dikit ya.

Saya tak mau berharap. I am not a dreamer. Saya tahu, selain saya ada kandidat lain yang juga dihubungi Bu Noni (ya, yang dihubungi hanyalah penulis yang kira-kira berpotensi untuk mencapai angka itu. Jadi tidak semua penulis dihubungi).

Waktu itu saya cerita ke suami, dan suami hanya bilang "Kalau rejekimu, ya kamu dapet,"
That simple.
OK. Namun, bukan berarti saya duduk manis dan tak berusaha. Apalagi, Bu Noni and BIP team all out dalam mendukung penulis untuk mencapai angka ini.
Toh, kalau saya tidak terpilih, tetap saja ada hasil yang bisa saya petik kan dari usaha saya nanti? Minimal, royalti nambah, dan orang-orang semakin kenal saya.

Berbagai usaha mulai saya lakukan. Nggak usah saya ceritakan semuanya ya. Saya ceritakan saja satu usaha yang cukup berkesan bagi saya.
Saya menghubungi sahabat, saudara, dan teman-teman. Saya minta tolong mereka untuk promo buku saya. Nggak usah macem-macem promonya. Cukup posting foto cover buku saya, dan tulis harganya saja. Posting foto boleh di BBM, di WA, di FB, di twitter or whatever socmed.

Beberapa teman menyambut dengan riang gembira dan tulus ikhlas. For them, makasih banyak dan hanya Tuhan yang akan membalas kebaikan hati kalian. 
Penulis-penulis "papan atas" pun memajang foto buku saya. Salah duanya adalah Monica Anggen, dan Dewi Rieka. Siapa yang tak kenal mereka? Sungguh terlalu ....

Lalu teman-teman saya juga gotong royong memajang foto saya. Jadi kalau liat contact BBM, itu display picturenya kembaran semua. Bukunya Dian Kristiani! Hihihi.

Alasan saya sih simple saja. Setiap orang punya teman, dan temannya pastinya banyak yang punya anak. Mungkin mereka belum kenal dengan saya. Nah, dengan promo cover itu, temannya teman saya bisa kenal saya *mbulet*.

Makasih juga untuk kakak tertua saya, Jubing Kristianto, yang punya fans segambreng, dan dia mau memajang cover buku saya juga.

Oya, saya tak sembarangan memilih teman yang saya mintai tolong. Takutnya nanti orangnya keberatan, atau menolak (ada sih yang langsung bilang "temen-temenku gak suka baca kok"). Nggak apa-apa, namanya juga minta tolong kan.

Akhirnya saya fokus saja. Yang saya mintai tolong itu sahabat-sahabat SMA saya (yang sudah pasti saya kenal hatinya), teman-teman penulis non buku anak (supaya tidak ada konflik kepentingan), dan ibu-ibu yang baik hati (seperti Mbak Indah Ip, Shinta Handini, Irma Irawati --eh Irma nulis buku anak ding ya, tapi hatinya mah baiiiik banget, Ratna Precious One, Elizabeth dll).

Saya pribadi pun melakukan promo-promo "terselubung" demi mendongkrak penjualan buku saya. Hihi, apa ya? Nanti diceritain di postingan terpisah deh.

Singkat cerita, bulan Maret 2015, Bu Noni mengupdate angka penjualan saya. Katanya sih, saya nomor 1.
Bulan April, eh masih nomor 1.
Saya, yang tadinya nggak begitu berharap, jadi berharap banget. Hahaha.
Saya semakin giat promo, semakin giat mencari peluang (dan terimakasih pada Diknas yang menyelenggarakan lomba cerita rakyat. Berkat lomba ini, buku cerita rakyat saya juga naik penjualannya).

Akhir bulan Mei, Bu Noni mengabarkan bahwa angka penjualan saya sudah 1M. Dan tak lama kemudian, beliau juga mengkonfirmasi bahwa saya berangkat.
Alhamdulillah. Sujud syukur  Check paspor. aih masih lama masa berlakunya. Aman!
Dan akhir bulan Juni, saya menutup penjualan di angka 1.5M untuk 42 judul buku.



 Oya, dari 1.5M ini, penjualan terbesar disumbang oleh buku "100 Cerita Rakyat Nusantara". Buku ini angka penjualannya lebih dari 500 juta rupiah. Udah pada punya belum? Yang sudah punya, terimakasih ya. Yang belum punya, beli yuk :))



Sekitar akhir Juni, Bu Noni kembali membawa kabar gembira (ini orang kayaknya memang diberkati sebagai pembawa kabar gembira deh), katanya ada satu penulis lagi yang mungkin bakal ikut karena salesnya juga bisa mencukupi. Waaah, saya jadi senang. Berarti saya nggak sendirian.

Saya langsung nebak, "Watiek ya?" dan jawabannya ho oh.

Saya menghubungi Watiek. Apalagi kalau bukan untuk jadi cheerleader, hahaha. Ayo Watieeeek, terus jualaaaan. Kamu harus ikut, biar Sidoarjo harum namanya kayak Ibu Kartini.
Alhamdulillah, Watiek ikut juga ke FBF. Rasanya saat itu pengen berpelukan ala teletubbies sama Watiek.

Bukan cuma saya yang senang, suami saya juga ikut hore-hore ketika tahu Watiek terpilih juga. Kata dia "biar kamu ada temannya". Hihi, baik ya suamiku ini.

Singkat cerita, kami berdua mulai siap-siap. Yang pertama tentu saja bikin visa. Urusan visa ini kami dibantu oleh travel agent langganannya Gramedia group.
Tanggal 27 Agustus, saya dan Watiek ke kedutaan Jerman untuk wawancara visa. Ternyata gak serem. Wong maju berempat, dan cuma ditanya dari mana dan mau apa ke Jerman. Yang njawab juga Bu Noni, kami berdua mingkem. Tiwas grogi.

Jangan lupa, mejeng dulu di gerbang kedutaan. Haha!


Visa beres.
Apalagi ya?
Oya, cari pinjeman coat, jaket, dll. Hihi, kalau beli kan mahal ya. Untung ada my best buddy Elizabeth yang meminjamkan perlengkapan perang pada saya.
Juga Irma Irawati, yang minjemin coat. Bersyukur bersyukur, hidup saya dikelilingi orang-orang baik.

Akhirnya, 22 September kemarin, keberangkatan kami berdua diumumkan di acara Writer's Gathering BIP.
Tiga bulan lebih saya menahan diri untuk tidak "pamer" di socmed, hahahahaha. Sulit lho menahan diri itu. Hihi.

Kami berdua hanya berharap, kami diparingi kesehatan dan kekuatan, agar bisa berangkat ke FBF dengan selamat, sehat, dan bisa melaksanakan tugas dengan baik (tugas kami: tebar pesona agar buku-buku BIP dilirik oleh penerbit asing).

Semoga kami berdua juga bisa sebanyak-banyaknya menyerap informasi, pengetahuan baru, dan apapun itu sehingga bisa kami bagikan nanti sepulang dari sana.

Last but not least.

I am nothing without you, all of my readers.
I am nothing without you, BIP team.
I am nothing without you, my lovely illustrators.
I am nothing without you, all of my family and best friends. 
I am nothing without you, Allah.







Dian Kristiani
Selamat Idul Adha untuk teman-teman semua. 







Kamis, 25 Juni 2015

Rangkaian Bunga (diambil dari buku Kumpulan Cerita Peribahasa)



Judul buku : Kumpulan Cerita Peribahasa
Isi : 200 halaman full color (100 cerita)
Illustrator : Indra Bayu
Penerbit : BIP (Bhuana Ilmu Populer)
Harga : Rp120,000,-


Rangkaian  Bunga
“Tambah air tambah sagu”
(Bila bertambah pekerjaan, maka bertambah pula upah atau gajinya)

Nyonya Arista memiliki toko bunga. Penduduk Kota Florita selalu memesan bunga di tokonya. Pesta pernikahan, ulang tahun, dan pesta lainnya serasa tak lengkap tanpa rangkain bunga dari toko Nyonya Arista.

Sehari-hari, Nyonya Arista dibantu oleh Gina. Gina bertugas mengantar rangkaian bunga pada pelanggan. Selain itu, Gina juga yang melayani para pembeli dan mencatat pesanan.
 Gina amatlah rajin. Ia tak pernah membuang waktunya sia-sia. Di saat senggang, ia belajar merangkai bunga. Hasil rangkaiannya ternyata tak mengecewakan. Banyak pelanggan yang menyukainya.

Suatu hari, ada perayaan pesta pernikahan putri Tuan Marcelino. Tuan Marcelino adalah orang terkaya di Kota Florita. Ia memesan banyak sekali rangkaian bunga pada Nyonya Arista.

Nyonya Arista kewalahan. Ia segera membeli banyak jenis bunga ke petani bunga.
“Jangan panik Nyonya, aku akan membantumu,”hibur Gina.
Selama seminggu, Nyonya Arista dan Gina sibuk merangkai bunga.
Akhirnya, semua pesanan selesai dan siap diantar ke rumah Tuan Marcelino.

Tuan Marcelino puas sekali, “Kau memang hebat Nyonya Arista! Semuanya sempurna,”katanya.
Nyonya Arista senang sekali mendengar pujian itu. Ia lalu pulang ke toko. Ia harus segera membayar gaji Gina.

Mata Gina terbelalak melihat jumlah uang yang diberikan Nyonya Arista padanya. Jumlahnya lebih banyak daripada biasanya.
 “Itu gajimu minggu ini. Tambah air, tambah sagu bukan? Kau sudah bekerja keras, sudah selayaknya mendapatkan tambahan gaji,”
Gina ikut tersenyum. Hatinya senang sekali memiliki majikan sebaik Nyonya Arista.

***





Selasa, 17 Februari 2015

The Lonely Canary



The Lonely Canary

 picture taken from www.americansingercanary.com


A canary stands alone at the highest branch of a tree.

None plays with him, although he really wants to do it.

He doesn’t have friends, neither one.
"I need to make friends," he thinks.



One day, an elephant stop by at canary’s tree.

“Hi, can we play together?  You can sit here, on my trunk,” the elephant offers.

Canary says NO.

“You don’t have wings. You can’t be my friend,”


Another second, a giraffe stop by.

“Hi, can we chat? I can easily do that with my long neck,” the giraffe offers.

Canary says NO.

“You don’t have wings. You can’t be my friend,”


Then a bird stops by.

It is a crow saying,”Hi. Can we play together?  I have wings. We are birds, aren’t we?”

But, canary still says NO.

“Look at you! You are black, while I’m yellow. We are different. You can’t be my friend!”


Everyone sighs. They just want to have fun, but canary keeps rejecting them.


Finally, a little canary stops by.

“Hi. We are same. Let’s play together!”

And you know what? The canary keeps saying NO, NO, NO, and NO.

“You are a little canary. I am the big one. You can’t be my friend,”



The Canary stands alone until the end of his life.

If only he didn’t focus on the difference.

If only he focused on the purpose. 
It's a pity that he couldn't experience the joy of having friends and the fun of playing together. 


* Sidoarjo, 18 February 2015* 

Sabtu, 10 Januari 2015

Buku-Buku yang bisa dipesan ^^ - Gramedia Group only


BUKU ANAK_ANAK (GRAMEDIA GROUP)


99 Asma Allah dan Cerita Pembangun Akhlak
200 halaman full color
Berisi 99 cerita asyik, keren, dan unik yang membuat anak-anak mudah memahami makna asmaul husna.
Rp. 110,000


Komik Sunnah itu Mudah
Berisi 20 cerita asyik yang menceritakan sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah. Sunnah-sunnah itu bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengibaskan seprai sebelum tidur, tidak makan terlalu kenyang saat berbuka puasa, menjawab adzan, dan lain sebagainya.
176 halaman full color
Rp. 125,000





Komik Akhlak dalam Al Quran
Berisi 20 cerita seru dan lucu + gambar yang alamak lucunya hihi. 
Mengajarkan pada anak-anak, bagaimana sopan santun dan beradab sesuai tuntunan Al Quran. 
Full color
Harga Rp. 125,000




Princess Shaleha 1
Berisi 10 cerita para putri yang berakhlak mulia. Dilengkapi dengan ayat-ayat AL Quran dan hadits yang mengajak anak untuk berbuat kebaikan. 
Full color
Harga : Rp. 85,000



Princess Shaleha2
Berisi 10 cerita para putri yang berakhlak mulia. Dilengkapi dengan ayat-ayat AL Quran dan hadits yang mengajak anak untuk berbuat kebaikan. 
Full color
Harga : Rp. 85,000





Fabel Anak Sholeh
Berisi 50 cerita binatang yang dilengkapi dengan fakta unik untuk setiap binatang. 
Beberapa cerita juga dibuat berima, sehingga asyik dibaca bersama-sama. 

Full color
Harga Rp 110,000
 
 


Ketawa-Ketiwi Bareng Nasruddin Hodja
Berisi 121 cerita lucu (161 halaman) pengalaman Nasruddin Hodja, seorang sufi asal Turki yang terkenal dengan filosofinya yang mendalam, namun disampaikan dengan kocak
Rp. 30,000
Ilustrasi hitam putih.



Mengenal Malaikat Allah, yuk!
Berisi penjelasan tentang nama-nama malaikat yang wajib diketahui anak-anak, beserta tugasnya masing-masing.
Dilengkapi oleh cerita-cerita pendek yang asyik dan menarik, serta ilustrasi full color yang indah.
Tebal : 56 halaman
Rp. 43,000


100 Cerita Rakyat Nusantara
460 halaman full color

Berisi 100 cerita rakyat asli Indonesia, yang diilustrasi dengan indah oleh para ilustrator keren ^^
Rp. 165,000





30 Cerita Pendamping Ramadhan
Buku ini berisi 30 cerita yang akan menceriakan hari-harimu di bulan Ramadhan. Apa kamu tahu asal kata ketupat? Apa itu Festival Tanglong? Pernahkah kalian minum es gempol sebagai menu buka puasa? Apakah bersedekah harus berupa uang? Berbahayakah mercon itu? Pernahkah kalian tahu sarung instan? Dan masih banyak lagi cerita seru lainnya.
Tebal : 90 halaman full color
Rp. 52,000 



Ke Tanah Suci, yuk!
Berisi informasi tentang apa saja yang ada di tanah suci. Mengajak anak-anak untuk segera menabung dan mewujudkan impian untuk beribadah ke tanah suci. 
Dilengkapi dengan foto-foto bewarna tentang berbagai hal di Mekah dan Madinah. 
Rp. 58,000




Penyihir Antar Jemput dan 9 Dongeng lainnya
Berisi 10 cerita dongeng yang membangkitkan semangat anak-anak dalam menghadapi kehidupan.
110 halaman full color
Rp. 75,000



Guru Baru di Sekolah Badut dan 9 dongeng lainnya
Berisi 10 cerita dongeng yang mengajarkan kesetiakawanan pada anak-anak
110 halaman full color
Rp. 75,000




Jam Beker Raksasa dan 9 Dongeng Lainnya
Berisi 10 dongeng yang mengajarkan sopan santun pada anak-anak
110 halaman full color
Rp. 75,000




Belajar Huruf Hijaiyah dengan 28 Dongeng Binatang 
Berisi 28 dongeng binatang yang mengenalkan anak-anak pada hadits shahih
Dilengkapi dengan panduan belajar huruf hijaiyah + lembar aktivitas seru
160 halaman full color
Rp. 80,000


Belajar Hijaiyah Sambung dengan 28 Dongeng Kerajaan
Berisi 28 dongeng lucu tentang putri dan pangeran, dilengkapi dengan hadits shahih.
Lembar aktivitas dan panduan untuk belajar huruf hijaiyah sambung.
160 halaman full color
Rp. 68.000





Seri "Aku Anak Cerdas"
Terdiri dari 4 judul:
- Saat di Dalam Rumah (di dapur, menghadapi tamu tak dikenal, di kamar tidur, dll)
- Saat di Luar Rumah (mal, kebun binatang, kolam renang dll)
- Saat Keadaan Darurat (gempa, banjir, kebakaran dll)
- Saat Berinternet (berita hoax, pornografi, dll)

Masing-masing buku terdiri dari 6 cerita
Harga: @ Rp. 55,000



50 Hadits + Cerita Asyik
Terdiri dari 50 cerita asyik yang dilengkapi dengan panduan hadits untuk bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Full color
150 halaman
Harga : Rp. 130,000






10 Cerita Keren untuk Anak Shaleh
Berisi 10 cerita-cerita indah yang dilengkapi dengan hadist yang mengajarkan kasih sayang pada sesama.
Full color
105 halaman
Harga : Rp. 65,000



Gecho, gecko Macho
Novel anak-anak, dengan ilustrasi dan dialog lucu di halaman-halamannya.
Sangat lucu, namun juga mengharukan :)
Rp. 32,000




Koci my Frienemy
Novel anak-anak, dengan ilustrasi dan dialog lucu di halaman-halamannya.
Sangat lucu, namun juga mengharukan :)
Rp. 32,000


Cerita Rakyat Nusantara
Berisi 66 cerita asli Indonesia
Dilengkapi dengan ilustrasi full color
360 halaman
Rp. 125,000





Komik Cerita Rakyat Indonesia
Jilid 1 : 95,000
Jilid 2 : 85,000
Jilid 3: 85,000
Full color, lucuuu


Kumpulan Cerita Peribahasa
Berisi 100 cerita yang juga mengenalkan 100 peribahasa Indonesia dengan maknanya.
200 halaman full color
Rp. 125,000





ENSIKLOPEDIA negeriku
Harga @ Rp. 75,000

Rumah adat
Senjata Tradisional
Permainan Tradisional
Alat Musik Tradisional


Kumpulan Dongeng Nyentrik, Asyik, Menggelitik
Berisi 20 dongeng "pelesetan" yang lucu dan bakal membuat anak terpingkal :D
Dilengkapi dengan ilustrasi cantik dan keren.
200 halaman full color
Rp. 125,000

Peri Sikat Naik Pesawat dan Cerita-cerita Lainnya
Ditulis oleh anakku, Edgard, saat dia berusia 9 tahun
Ceritanya lucu-lucu, unik, dan idenya fresh!
100 halaman full color
Rp. 58,000

EDGARD Series
@ Rp. 15,000 saja :)
Berisi 16 halaman cerita full color dilengkapi lembar aktivitas.
Mengajak anak untuk menyukai sayuran, buah-buahan, berolahraga, dan menjaga kebersihan.

BUKU DEWASA (GRAMEDIA GROUP)

I'm (Not) Perfect
Berisi kisah-kisah yang menunjukkan ketidaksempurnaan perempuan. Meski demikian, setiap perempuan berhak untuk bahagia. Dan, tugas sesama perempuan lah untuk mendukung kaumnya. Bukan saling menghujat.
Rp. 38,000

Momwriter's Diary
Berisi tips-tips dan sharing pengalaman menjadi seorang penulis yang merangkap ibu rumah tangga :D
Dilengkapi dengan 21 komik kocak, dijamin setelah membaca buku ini maka kamu akan segera menjadi penulis!
Rp. 33,000







Lupita, lu pikir gua pengemis cinta?
Novel romance comedy yang sangat asyik dibaca. Lucu, namun juga mengharu biru :D
278 halaman
Rp. 48,000

Perempuan Kedua
Novel romance yang menceritakan Pandega, seorang pria beristri yang jatuh cinta pada Daisy.
Cinta tak pernah memilih pada siapa dia akan berlabuh. Namun, apakah itu artinya mereka harus menyakiti Rara, istri Pandega?
Menggunakan dua sudut pandang, novel ini akan mengajakmu menyelami isi hati Pandega dan Daisy.
340 halaman
Rp. 53,000


***