Rabu, 22 Januari 2020

Menjadi Kaya dengan Menulis Buku Anak

Beberapa saat yang lalu, ada seseorang yang bertanya, "Apakah penulis buku anak, duitnya banyak?"
Hmmm ...
Kalau saya bilang, kita bisa menjadi KAYA dari profesi ini, pada percaya nggak sih?

OK, seperti many other things in this world, kaya itu relatif.
Seberapa banyak sih uang kita, sehingga kita disebut kaya?
Buat Nia Ramadhani yang cantiknya kebangetan, mungkin kaya adalah triliun.
Buat Nia yang bukan Ramadhani, mungkin kaya adalah milyar.

Buat saya pribadi, saya merasa kaya jika saya sudah bisa memenuhi kebutuhan dasar dalam hidup saya.
Mengirim uang bulanan kepada orangtua dalam jumlah yang konstan.
Membantu saudara yang kekurangan, bisa dalam bentuk uang saku, bisa dalam bentuk pembiayaan sekolah/kuliah.
Anak-anak saya terawat, pakai baju yang layak, makan yang layak, sekali-kali mampu nonton dan makan di luar, sekali-sekali juga bisa jalan-jalan ke mana kek.
Punya rumah, punya alat transportasi yang memadai.
Punya tabungan darurat.
Bisa zakat, bisa kurban. Alhamdulilah.

Nah, sekarang, mari tentukan 'kaya' versi dirimu. Ingin sekaya apa kamu?
Begitu kamu sudah menentukan target kekayaanmu, yakinkan dirimu bahwa langkahmu memilih untuk menjadi penulis buku anak itu TIDAK SALAH.

Mau tahu, bagaimana menulis buku anak bisa membawamu menjadi orang kaya? Saya kasih beberapa jalan ya.

1. Ikut lomba. Beberapa waktu yang lalu, sebuah lembaga mengadakan lomba dengan hadiah 20 juta rupiah. Seorang teman, berhasil memenangkan lomba itu dalam DUA kategori. Berarti, uang yang didapatnya adalah 40 juta rupiah. Jika UMR itu 4 juta, maka teman tersebut at least bisa hidup 10 bulan tanpa bekerja.
2. Terima orderan menulis. Honor yang dibayarkan untuk jasa menulis buku anak (picbook) 24 halaman adalah 3 juta (minimal). In some cases, bisa 4-5 juta. In some other cases, bisa kurang dari itu. Saya pernah menerima honor 2.5 juta, tapi si pemesan langsung memesan 10 buku dan bayar di depan. Berarti, totalnya 25 juta rupiah. Menurut UMR, berarti saya bisa 6 bulan santuy tanpa bekerja.
3. Royalti menulis. Royalti penulis buku anak itu persentasenya kecil. Hanya 5%. Untuk mensiasatinya, kamu harus nulis banyak buku. Kalau hanya satu buku dan sudah puas, ya siap-siap nerima royalti retjeh. Jangan teriak dan ngeluh kalau penulis buku anak tidak dihargai lah, royaltinya cuma puluhan or ratusan ribu lah ...Lha situ nulis cuma satu buku >.<
4. Menjadi narasumber di berbagai event kepenulisan. FYI, untuk bisa di level ini, tentu kamu sudah harus melewati badai angin puting beliung di dunia penulisan buku anak, hahaha. Kalau sekadar sharing, siapapun boleh. Tapi kalo menjadi narasumber dan menyampaikan sesuatu, tentu yang dipilih adalah orang yang ahli di bidang itu. Saya, dianggap praktisi buku anak yang sudah menelurkan (bebek kali ah ...) banyak buku.
Honor untuk menjadi narasumber biasanya per jam, Di lingkungan pemerintah, satu jam dihargai 750-1 juta rupiah. Kalo kita ngoceh dua jam, ya tinggal dikalikan dua.
Kalau swasta bisa lebih besar, bisa lebih kecil.
5. Menjadi juri di lomba kepenulisan. Ini honornya juga lumayan. Di atas 5 juta, for sure.
6. Buka kelas menulis via WAG. Bayangkan, jika pesertanya ada 100 dan satu peserta membayar 100rb, berapa uang yang bisa kamu dapatkan?
7. Jualan buku sendiri. Ini juga lumayan, karena kita dapat diskon dari penerbit.

Waaah, lumayan yaaaa. Iyalah, kalo kata kera ngalam, NAYAMUL.

Tapi, untuk bisa menjadi 7 poin di atas, tak semudah itu Marimar dan Bambang!!
Kamu pikir, kamu bisa asal menulis lalu jadi kaya? Tentu tidak.
Butuh kerja keras, konsistensi, dan keinginan untuk selalu upgrade diri ini. Juga butuh kemampuan untuk 'merawat pasar'.

Nah, apa saja sih tips dan triknya untuk bisa jadi penulis kaya raya meski tak sekaya Nia Ramadhani??
1. Ini yang selalu saya ulang-ulang. KONSISTEN. Tentukan targetmu, lalu konsistenlah. Mau sehari nulis berapa kalimat? Berapa paragraf? Berapa halaman? GOSAH BANYAK ALASAN!!

2. Jangan suka menyalahkan keadaan. Anak-anak masih kecil lah, kerjaan di kantor ribet lah, dll. Ingat, yang bisa mengatur dan mengontrol dirimu ya kamu sendiri. Kalo memang repot punya anak, repot di kantor, ya jangan nerima kerjaan dengan deadline. Santai saja, sambil momong, sambil nulis sebaris. Tiap hari sebaris, sebulan jadi 30 baris. Jadi deh 1 picbook.
Kasihan anak-anakmu, disalah-salahin melulu padahal kamunya yang nggak bisa ngatur dirimu sendiri.
Aku pribadi, bekerja tanpa deadline :) jadi kapanpun anakku membutuhkanku, ngajak nonton atau jajan, hayuk lah kabur. Yang penting aku konsisten dengan target harianku sendiri.

3. Gunakan waktu luangmu untuk hal yang bermanfaat. Misalnya apa? Ya ngosek jeding ... saat ngosek jeding kadang ide-ide brilian bermunculan, lho.
Haha, bercanda, Gaes,
Maksudku, ya kalo ada waktu luang itu mbok ya baca buku anak-anak tulisan penulis lain, nonton film yang merangsang ide dan imajinasimu (OJO NONTON SINETRON INDOSIAR TERUS, MBOK!!)
Nggak usah ikut war-war an di sosmed.
Kpop KDrama vs Non Kpop KDrama
Skincare vs Non Skincare
Bubur diaduk vs Bubur Tak diaduk
ORA USAH RIBET! GAK ADA GUNANYA WASTING YOUR TIME WAR SANA WAR SINI.

4. Berkumpullah dengan orang-orang yang positif thinking. Jangan yang suka negatif-negatif melulu karena trust me, kita akan kesedot. Gak enak banget rasanya kalo kebawa hawa negatif.

5. Be kind and be humble, termasuk pada editormu. GOSAH SOMBONG, RUMANGSA TULISANMU PALING APIK SAKNDUNYA. Editor adalah orang yang lebih mengerti, dia telah membaca ribuan buku, lebih mengerti pasar. MANUTO, MBANG ... BAMBANG.
Tapi kalau boleh saran, kalo ada orang sombong yang prestasinya nggak seberapa terus ngehina kamu, INJAK! wkwkwkwkwk. *BU DIAN NGGAK KONSISTEN*

6. Rajin merawat pasar. Istilah merawat pasar ini kudapatkan dari orang yang sinis terhadap penulis macam aku yang kesannya cuma kayak mesin pabrik. Merawat pasar itu penting, bangun ikatan dan kedekatan dengan para pembaca dan pembeli bukumu. Wes pokoknya, jangan sombong sama pembaca dan pembeli.

7. Berdoa. Buat yang muslim, awali pagimu dengan sholat dhuha agar pintu rejeki terbuka. Yang dari langit segera turun, yang dari bumi segera muncul. GOSAH NUDUH AKU RIYA, laopo hal ngene iki dianggap riya.

8. Apa ya? Ada yang mau nambahin nggak? Monggo.

Dah, segini aja tulisanku. Ini postingan pertama setelah postingan terakhir di September 2018. Ini blog jarang kusentuh sih, dasar pemalas!

Last but not least, beli buku-bukuku yaaaa. Ini yang terbaru ^^
Golekano nang Gramedia utawa online di gramedia.com

365 HARI KELILING NUSANTARA by Dian K. Digital Book














56 komentar:

  1. Mbak Dian panutanque!

    Terima kasih postingannya yang membakar, Mbak. Sehat selalu mbake.

    BalasHapus
  2. Bagian Injak dan gak konsisten aku asli ngakak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suka kzl sih Mbak kalo ada yang sombong gitu haha

      Hapus
  3. Menyegarkan dan membangkitkan semangat. Terimakasih yaa Bu Dian berkenan berbagi

    BalasHapus
  4. Masya Allah guru menulis keren banget deh motivasi di tahun 2020 ini

    BalasHapus
  5. Salam kenal mba, suka tulisannya. 😊

    BalasHapus
  6. Luar biasa... Semoga bisa istiqomah nulis kayak Mbak Dian...😊

    BalasHapus
  7. Saya suka Ngojek Jeding, Mbak.
    Hahaha.. .
    Terima kasih nasehat berharganya.

    BalasHapus
  8. Aku seneng moco iki dan aku suueeneng kalimat iki, "Kalo ada orang sombong yang prestasinya nggak seberapa terus ngehina kamu, INJAK!" Wkwkwk.. Savage, Mak Nyak! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maapkan diriku yang belum bisa jadi orang suci dalam debu wkwkwk

      Hapus
  9. Terimakasih sharingnya Mbak. Langsung dibuat jadi artikel

    BalasHapus
  10. Terima kasih sharingnya Mbak. Jadi ikut semangat ^_^

    BalasHapus
  11. Keren banget suhu. Terima kasih yaa sharingnya. Izin kubagikan linknya.

    BalasHapus
  12. Bu Diaaan terbaiqqq.

    Bu,saya tanya. Untuk picbook, bisakah dikirim tanpa ilustrasi? Lalu,berapa karakter untuk satu picbook? Bisakah mengirim 1 draft tulisan (tanpa ilustrasi) picbook ke penerbit?

    Maaf ya, Bu. Tanyanya banyak. Semoga berkenan menjawab. Maturnuwun, Buuu...

    BalasHapus
  13. 1. bisa
    2. Karakter tokoh? 1 saja karakter utama
    3. Bisa

    BalasHapus
  14. Ah mba Dian memang selalu senang memotivasi. Aku aja yang gampang patah semangat, ingat naskah jaman dulu. Apalagi sekarang, udah nyaman jadi blogger, hihihi

    Makasih inspirasi nya mba, semoga makin banyak penulis anak yang sekeren dirimu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ih gapapa,jadi blogger yang fokus dan serius kan juga lumayan banget hasilnya

      Hapus
  15. Saya masih buih riak ombak kecil di lautan soal cerita anak, makasih sharingnya lucu gemesin hahahahahah jadi pengen belajar teros

    BalasHapus
  16. Mba Dian, saya langsung fresh baca tulisan ini. Banyak point yang membakar semangat menulis, sekaligus menghibur wkwkwk. Thanks mbaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah semoga menjadi amal jariyahku kelak :)

      Hapus
  17. Mantuuuul..., panas mata berasa ditampar. Siap kembali ke leptop. Terima kasih Mbak Dian

    BalasHapus
  18. Tadinya mau nambahin. Tapi udah komplit, spesial malah. Jada 'ta tambah oseng buncis aja. Sekenyangnya asal sayuran da apa-apa, eeh...

    BalasHapus
  19. Jadi semangaat lagi baca ini mba Dian, dan akan aku ingat kata "INJAK" wkwkwkwk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi,Halah yang diingat kok malah bagian INJAK 😂😂

      Hapus
  20. Salam knal mb dian. Njenengan niki arema juga ta? Cerita kok itreng "nayamul" se :))

    BalasHapus
  21. Masya Allah. Makasih banyaaak mbak ilmu kanuragannya. Saya fans berat karya-karya Mbak Dian juga orangnya. hihihi. Sukses selalu ya Mbak.

    BalasHapus
  22. duh makasih makasih makasiiiih ilmunya mbakkuuuu

    selalu humble dan siap berbagi banget dirimu ini ^^

    love you mbak dan selalu semangat

    BalasHapus
  23. Membaca dengan intonasi berapi-api kyk berhadapan langsung denganmu cikguk... Hihihihi

    BalasHapus
  24. Terima kasih banyak atas inspirasinya, Bu Dian. Saya jadi semangat menulis.

    BalasHapus
  25. Weiss...lumayan aktif blogging nya te..such a good article to read.. :)

    BalasHapus
  26. Seneng bacanya 😁 berisi namun tetap menghibur.. Konsisten untuk saya itu yang perlu perjuangan nampaknya.

    BalasHapus
  27. Saya tertarik bangat mba Dian. Tapi yang saya gak paham adalah mengenai siapa yg membuat ilustrasi gambar. Apakah dari penerbit, atau kita sendiri? Karena kan yang namanya buku anak pasti ada gambarnya. Matur nuwun mbs

    BalasHapus
  28. Betul Mba ngga ada yang instan di dunia ini. Prosesnya mesti jungkir balik dan panjang. Belum lagi manajemen waktu buat ibu rumah tangga itu sesuatu. Emang harus bisa ngorbanin jam tidur. Dan konsisten koentji sukses, meskipun sekarang orang² lebih banyak ngonten dalam bentuk video. Entahlah saya lebih nyaman nulis seperti Mba Dian. Selama ini di blog, ingin bisa menelurkan karya berupa buku agar bisa dibaca anak² lainnya.
    Bissmillah tahun ini diawali ikut kelas menulis Mba Dian, saya ingin belajar mendalami menulis buku anak. Mudah-mudahan bisa nyusul kesuksesannya Mba. Aamiin kenceng.
    Btw, ayo diupdate blognya Mbaa 😁
    ...

    BalasHapus

Happy blogwalking, my dear friends ^^